Muhammad Eka Desta, pemuda asal Dusun Pomo, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, menjadi salah satu dari ribuan pemuda Jember yang berani mengadu nasib ke luar negeri. Sebagai calon pekerja migran, tentu ada banyak persyaratan dan dokumen yang harus dipenuhi, salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan.
Sebelum adanya layanan klinik khusus calon pekerja migran di RSD Balung, Desta membayangkan harus pergi jauh ke Surabaya atau Malang untuk mendapatkan medical check-up lengkap. Selain memakan waktu, biaya yang harus dikeluarkan pun tentu jauh lebih besar.
Kini, langkah Desta menuju Jepang terasa semakin dekat. Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan layanan klinik bagi calon pekerja migran yang lebih mudah dijangkau dengan biaya terjangkau. Hal ini sangat membantu para pemuda seperti Desta dalam mempersiapkan keberangkatan mereka.
Dengan penuh rasa syukur, Desta akhirnya menerima dokumen hasil pemeriksaan kesehatannya. Bagi dirinya, dokumen tersebut bukan sekadar formalitas medis, melainkan sebuah “tiket” menuju impian untuk berkarier di sektor konstruksi bangunan di Jepang.
