Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya membangun generasi emas melalui peran Tim Pendamping Keluarga atau TPK.

Bertajuk Dari Rumah untuk Bangsa: Cinta Ayah dan TPK Jaga 1000 HPK, kegiatan ini digelar di Balai Desa Yosorati Kecamatan Sumberbaru yang juga merupakan rangkaian kegiatan Bunga Desaku.

Ketua TP PKK Jember Ning Ghyta menyampaikan bahwa peran TPK di desa yosorati sudah berjalan sejak tahun 2021. Artinya, hampir lima tahun para pendamping keluarga hadir di tengah masyarakat, setia mendampingi ibu, anak, dan keluarga dalam fase penting 1000 Hari Pertama Kehidupan atau HPK.

Kerja keras ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan amal jariyah yang bernilai abadi bagi kesejahteraan masyarakat.

“Apa yang Panjenengan kerjakan sejak tahun 2021 ini semoga menjadi amal jariyah. Dengan sukacita yang luar biasa, mari kita terus mendampingi keluarga-keluarga di Kecamatan Sumberbaru, di Jember, di Jawa Timur, hingga untuk Indonesia,” ujar Ning Ghyta.

Lebih lanjut, Ning Ghyta juga mengingatkan bahwa pendampingan keluarga mencakup banyak aspek. Mulai persiapan pernikahan, masa kehamilan, persalinan, hingga penanganan gizi buruk, stunting, serta kasus anak yang tidak naik berat badan.

Untuk itu Ning Ghyta juga berpesan agar TPK tidak berhenti pada pelatihan atau teori namun juga terus aktif turun tangan dengan pendekatan yang bijak kepada masyarakat, karena tidak semua orang bisa ditegur secara langsung. 

Tak hanya mengulas persoalan keluarga, Ning Ghyta juga menyinggung potensi besar Kabupaten Jember. Dengan luas wilayah terbesar ketiga di Jawa Timur, jumlah penduduk yang juga masuk tiga besar, serta kekayaan alam yang melimpah, Jember menurutnya menyimpan harapan besar untuk maju.

Namun, Ning Ghyta mengakui masih ada banyak tantangan. Di antaranya, kemiskinan ekstrem, angka kematian ibu dan bayi, pernikahan dini, hingga masalah zero dose imunisasi. (Yif)

28 September 2025

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *