Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah taktis untuk mengurai kemacetan parah akibat antrean truk di kawasan Puger. Melalui kebijakan relaksasi, durasi operasional armada truk pengangkut kini diperpanjang menjadi 20 jam guna mencegah penumpukan kendaraan di bahu jalan yang selama ini mengganggu aktivitas warga.
Keputusan ini lahir dari audiensi yang dipimpin langsung oleh Bupati Jember bersama tokoh masyarakat, manajemen PT Imasco Asiatic, serta jajaran Forkopimda di Kantor Pemkab Jember, Senin (6/4/2026). Kebijakan baru ini mulai diberlakukan secara efektif pada Selasa (7/4/2026).
Sebelumnya, armada truk hanya diizinkan melintas pada pukul 16.00 hingga 06.00 WIB (14 jam). Keterbatasan waktu ini memicu tumpukan 150 hingga 200 truk setiap harinya di sepanjang Jalan Kasiyan Timur dan Grenden, yang seringkali menutup akses pemukiman serta mematikan ekonomi UMKM di pinggir jalan.
Dengan aturan baru, waktu operasional diubah menjadi lebih awal, yakni mulai pukul 10.00 WIB hingga 06.00 WIB keesokan harinya. Jadwal ini berlaku setiap hari, termasuk hari Minggu.
”Tujuannya jelas, agar tidak ada lagi antrean truk yang menumpuk. Namun, Bupati secara tegas menolak usulan operasional 24 jam penuh demi menjaga kenyamanan warga dan kelancaran arus lalu lintas umum,” ungkap Camat Puger, Benny Ginting.
Kebijakan relaksasi ini sebelumnya telah diuji coba pada Minggu (5/4/2026). Hasilnya menunjukkan penurunan kepadatan kendaraan yang signifikan di lapangan. Pihak perusahaan terkait juga telah berkomitmen untuk mengatur jadwal keberangkatan armada agar sejalan dengan kesepakatan tersebut.
Meski durasi melintas kini lebih panjang, Pemkab Jember memastikan pengawasan di lapangan tidak akan kendor. Pj. Sekda Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor telah diperkuat.
”Personel dari TNI, Polri, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan (Dishub) akan turun langsung melakukan pengawasan menyeluruh. Kami ingin memastikan aturan ini benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat Puger,” tegas Helmi.
Selain faktor teknis di jalan, pemerintah mengimbau para pemilik armada dan pengusaha angkutan untuk lebih disiplin dalam mengatur plotting jadwal keberangkatan kendaraan mereka.
Penjadwalan yang rapi dari hulu dinilai menjadi kunci utama agar tidak terjadi “sumbatan” kendaraan pada jam-jam rawan kemacetan.
