Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jember kembali menorehkan prestasi. Berkat komitmennya dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan melestarikan budaya batik, Dekranasda Jember menerima bantuan anggaran sebesar Rp300 juta dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Bantuan tersebut akan diwujudkan dalam program pelatihan membatik bagi 50 peserta berusia 17 hingga 24 tahun. Selama 50 hari, para peserta akan mengikuti pelatihan intensif yang dipusatkan di Desa Pringgondani, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember.
Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik membatik. Peserta juga akan mendapatkan pembekalan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, penggunaan peralatan membatik, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga strategi pemasaran produk melalui platform digital. Dengan konsep tersebut, peserta diharapkan mampu membangun usaha batik secara mandiri setelah pelatihan selesai.
Wakil Sekretaris Dekranasda Kabupaten Jember, Puspita Yuandini mengatakan bantuan dari Kemendikdasmen merupakan bentuk apresiasi atas berbagai program yang telah dijalankan Dekranasda Jember di bawah kepemimpinan Ketua Dekranasda, Ning Ghyta Eka Puspita.
Menurutnya, dipilihnya Desa Pringgondani sebagai lokasi pelatihan bukan tanpa alasan. Hal itu merupakan bagian dari arahan Bupati Jember Muhammad Fawait yang menginginkan pemerataan program pemerintah hingga menjangkau masyarakat di wilayah pelosok desa. Terlebih bantuan untuk Dekranasda Jember kali ini terbesar se Indonesia.
“Dengan pemerataan program seperti ini, diharapkan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata,” ujarnya.
Lebih jauh, program pelatihan membatik ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi muda yang kreatif, produktif, dan memiliki jiwa kewirausahaan. Selain melestarikan warisan budaya batik khas Jember, para peserta juga dipersiapkan agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.
Program ini menjadi salah satu upaya Dekranasda Jember untuk menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya kalangan muda di Kabupaten Jember.
