Pemerintah Kabupaten Jember menyatakan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana menjelang peralihan musim hujan ke musim kemarau. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), berbagai langkah antisipasi mulai dipersiapkan guna meminimalisir risiko bencana, khususnya kekeringan.

Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan apel siaga yang digelar di PPG Sidomulyo, Kecamatan Silo, pada akhir pekan lalu. Kegiatan diawali dengan talk show bertema “Bersatu dengan Siaga Tangguh Menghadapi Bencana” yang menghadirkan Kepala BPBD Jember, akademisi, serta Ketua Komisi D DPRD Jember.

Acara kemudian dilanjutkan dengan apel bersama relawan dan stakeholder terkait. Penekanan tombol sirene menjadi simbol kesiapan seluruh elemen dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyampaikan bahwa memasuki akhir musim penghujan, pemerintah daerah mulai mengantisipasi potensi darurat kekeringan yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang.

“Memasuki peralihan musim, kami mulai menyiapkan langkah-langkah antisipasi, terutama menghadapi potensi kekeringan,” ujarnya.

Jember sendiri dikenal sebagai “supermarket bencana” karena tingginya frekuensi serta beragam jenis bencana yang kerap terjadi, mulai dari banjir, angin kencang, pohon tumbang, hingga tanah longsor.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 276 kejadian bencana terjadi di wilayah tersebut. Seluruh kejadian telah ditangani bersama oleh BPBD, relawan, serta pihak terkait.

Melalui apel kesiapsiagaan ini, pemerintah daerah menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Kegiatan ditutup dengan berbagai lomba seperti mendirikan tenda dan angkat perahu karet yang bertujuan memperkuat kekompakan relawan. Selain itu, dilakukan pula penamaan pohon dan pelepasan benih ikan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *