Program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Jember benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil. Fikri, seorang buruh tani asal Kecamatan Mumbulsari, menceritakan pengalaman bahagianya saat sang istri, Siti Fatimah, menjalani proses persalinan di Puskesmas Mumbulsari tanpa dipungut biaya sepeser pun, Senin (6/4/2026).
Momen spesial ini bertepatan dengan agenda Bunga Desaku, di mana Bupati Jember, Gus Fawait, melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kualitas layanan kesehatan di tingkat akar rumput tetap prima.
Kejadian bermula saat Fikri membawa istrinya yang dalam kondisi darurat karena pecah ketuban menuju Puskesmas pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Setibanya di sana, tim medis langsung melakukan penanganan cepat. Hanya dalam waktu 90 menit, anak kedua pasangan tersebut lahir dengan selamat.
Fikri mengaku terkesan dengan keramahan para tenaga kesehatan (nakes) yang berjaga. Menurutnya, pelayanan yang diberikan sangat profesional meski mereka menggunakan fasilitas gratis dari pemerintah.
“Alhamdulillah, penanganannya cepat sekali. Yang membuat saya tenang, semua biaya sudah terkaver UHC. Saya tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun,” ungkap Fikri dengan nada syukur.
Kebahagiaan keluarga ini bertambah saat Bupati Jember, Gus Fawait, didampingi istrinya, Ning Ghyta Eka Puspita, melakukan kunjungan mendadak ke ruang perawatan mereka. Gus Fawait secara spesifik ingin memastikan apakah janji pelayanan kesehatan gratis dan ramah benar-benar terwujud di lapangan.
Dalam dialog singkat tersebut, Bupati bertanya langsung kepada Fikri mengenai kualitas pelayanan yang diterima serta memastikan tidak ada pungutan liar dalam proses administrasi.
Setelah mendapatkan konfirmasi bahwa pelayanan berjalan memuaskan dan tanpa biaya, Gus Fawait memberikan selamat kepada pasangan tersebut. Suasana yang semula formal berubah menjadi akrab saat Gus Fawait melontarkan candaan dalam bahasa Madura terkait program keluarga berencana.
“Baik kalau pelayanannya sudah gratis, tapi jangan punya anak banyak-banyak ya,” kata Gus Fawait bercanda dengan menggunakan bahasa Madura.*
Kunjungan ini mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Jember untuk terus mengawal implementasi UHC agar tetap tepat sasaran dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga.
