Pemerintah Kabupaten Jember secara resmi menyerahkan bantuan armada operasional berupa 23 unit truk dan 25 unit kendaraan pikap untuk mendukung pergerakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP) pada Senin (8/6/2026).
Langkah taktis ini diambil sebagai wujud nyata komitmen Pemkab Jember bersama jajaran Forkopimda untuk memperkuat rantai distribusi hasil bumi, menjaga stabilitas harga komoditas pertanian, serta mengikis angka kemiskinan dari tingkat desa.
Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih memikul misi ideologis untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Ia menggarisbawahi bahwa koperasi ini tidak dibentuk untuk mematikan usaha mikro yang sudah ada di desa-desa.
“Filosofi koperasi adalah pemerataan ekonomi, pemberdayaan ekonomi mikro, dan mengurangi ketimpangan pendapatan. KD/KMP tidak dibentuk untuk bersaing dengan pelaku usaha swasta maupun toko kelontong milik masyarakat. Sebaliknya, koperasi hadir untuk mengisi ruang ekonomi yang belum terlayani secara optimal,” tegas Gus Fawait.
Dengan sokongan puluhan armada baru tersebut, Pemkab Jember langsung memproyeksikan dua peran strategis nasional dan daerah bagi Koperasi Merah Putih. Pertama, koperasi akan diinstruksikan melakukan intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani bawah. Melalui kerja sama resmi dengan Bulog, koperasi akan menyerap langsung hasil panen raya agar harganya tidak jatuh dan dipermainkan oleh para spekulan.
Kedua, koperasi ini diproyeksikan menjadi pemasok (supplier) utama bahan baku pangan untuk ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jember. Hasil pertanian, sayur, dan daging dari peternak desa akan dibeli oleh koperasi untuk kebutuhan menu MBG, sehingga perputaran uang miliaran rupiah tetap berputar di dalam desa.
Akselerasi pembentukan koperasi ini berjalan mulus berkat sinergi ketat di lini pengamanan daerah. Komandan Kodim 0824/Jember, Letkol Inf. Rifqi Muhammad Syuhada, mengumumkan bahwa target awal pembentukan koperasi yang menjadi tanggung jawab jajaran TNI telah rampung sepenuhnya.
Sinergi antara pemda, TNI, dan pemerintah desa menjadi kunci utama. Hingga saat ini, target awal pembentukan koperasi yang menjadi tanggung jawab Kodim telah tercapai 100 persen di 42 titik kelurahan/desa.
