Pemkab Jember menggelar tradisi kupatan untuk memperkuat silaturahmi dan nilai-nilai Idul Fitri. Kegiatan digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu, 25 Maret 2025, dan dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait.
Menurut Bupati, tahun ini tidak diadakan open house untuk mengikuti anjuran pemerintah pusat. Namun, tradisi kupatan tetap menjadi sarana mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan nilai spiritual masyarakat.
Gus Fawait menekankan, puasa Ramadan menghapus dosa kepada Allah, namun hubungan dengan sesama hanya bisa diperbaiki melalui saling memaafkan. Tradisi kupatan, halal bihalal, dan “ngelencer” menjadi momen penting untuk menyempurnakan silaturahmi dan menghormati leluhur.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi waktu bagi masyarakat untuk mendoakan pendahulu agar mendapatkan ampunan dan keberkahan, serta memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan saling menghormati.
Dengan tradisi kupatan ini, Pemkab Jember berharap nilai-nilai Idul Fitri yang sejati tetap tumbuh di tengah masyarakat, sambil menjaga warisan budaya dan kearifan lokal.
