Sabtu siang menjadi hari yang penuh ketegangan di pesisir selatan Jember. Di tengah aktivitas libur akhir pekan, tim dari BPBD Jember harus berjibaku menghadapi kondisi laut dengan gelombang mencapai sekitar 2,5 meter.

Berdasarkan informasi di lapangan, terjadi dua insiden kecelakaan laut di Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, dan Pantai Papuma, Kecamatan Wuluhan.

Insiden pertama terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di Pantai Paseban. Seorang warga bernama Giman (54) dilaporkan terseret arus saat mandi di laut. Padahal, petugas sebelumnya telah memberikan peringatan kepada pengunjung terkait kondisi ombak yang berbahaya. Tim SAR yang menerima laporan langsung bergerak cepat dan berhasil menemukan korban sekitar pukul 11.15 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Tidak berselang lama, insiden kedua terjadi di Pantai Papuma. Seorang pemuda asal Cianjur, Mohammad Sheva Yusuf (22), dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat berfoto di area terlarang, tepatnya di bawah tebing Siti Inggil. Hingga hari pertama pencarian, korban masih belum ditemukan.

Di tengah proses pencarian tersebut, tim gabungan berhasil menyelamatkan seorang bocah bernama Ahmad Ikbal (12) yang juga terseret ombak di lokasi yang sama. Aksi cepat petugas berhasil mencegah korban jiwa tambahan.

Proses evakuasi di lapangan tidak berjalan mudah. Selain tingginya gelombang, tim juga menghadapi kendala komunikasi akibat blank spot di area kejadian. Meski demikian, koordinasi antar unsur tetap dilakukan untuk memastikan operasi berjalan optimal.

Operasi pencarian hari pertama dihentikan sekitar pukul 17.00 WIB dengan mempertimbangkan faktor keselamatan petugas. Pencarian terhadap korban yang masih hilang direncanakan akan dilanjutkan keesokan harinya.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan wisatawan untuk selalu mematuhi imbauan petugas serta tidak nekat memasuki zona terlarang. Kondisi ombak di pesisir selatan Jember dikenal berisiko tinggi.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *