Sabtu pagi, Aula SMA Katolik Santo Paulus berubah menjadi ruang pertemuan yang penuh semangat keberagaman. Pertemuan bertajuk Sarasehan Kebhinekaan: Solidaritas, Harmoni, Bersama dalam Toleransi (Sahabat), dihadiri peserta dari berbagai latar belakang suku, agama, dan identitas untuk berdialog dan berbagi pengalaman.

Bupati Jember, Gus Fawait yang datang langsung dalam giat tersebut membawa pesan persatuan yang kuat. Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita.

Dalam orasinya, Gus Fawait menekankan bahwa Jember bukan sekadar kota di peta Jawa Timur, tapi miniatur Indonesia. Berbagai suku, agama, dan keyakinan yang hidup berdampingan di sini menjadi kekuatan kolektif yang mendorong pembangunan daerah.

“Perbedaan di Jember adalah kekuatan, bukan kelemahan. Identitas inilah yang membuat kita tetap berdiri tegak sebagai satu kesatuan,” ujar Gus Fawait di hadapan para peserta.

Selain mengingatkan pentingnya persatuan, Bupati juga menekankan peran generasi muda dalam menjaga toleransi. Ia mengajak anak-anak muda, baik yang belajar di sekolah umum maupun pesantren, untuk menanggalkan fanatisme sempit dan bersikap lebih rasional dalam menyikapi perbedaan.

Menurut Gus Fawait, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama agar toleransi bisa dipertahankan. Pendidikan dan pemahaman intelektual yang baik membuat seseorang lebih mampu menghargai perbedaan dan tidak mudah terprovokasi isu negatif.

Sarasehan diakhiri dengan suasana penuh optimisme. Para peserta meninggalkan aula dengan keyakinan baru bahwa keberagaman Jember adalah anugerah yang harus dijaga dengan akal sehat dan hati terbuka.

Kegiatan ini menegaskan bahwa persatuan dan toleransi bukan sekadar slogan, tapi nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jember.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *