Bupati Jember, Gus Fawait, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) untuk menempatkan kenyamanan pasien di atas kepentingan birokrasi. Hal ini ditegaskannya saat meninjau Puskesmas Mumbulsari dalam rangkaian program Bunga Desaku, Selasa (7/4/2026).​Dalam inspeksi tersebut, Gus Fawait menekankan bahwa fasilitas fisik untuk perawatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap renovasi atau pembangunan di lingkungan Puskemas.​​Bupati mengingatkan agar tidak ada ketimpangan fasilitas antara ruang kerja pejabat Puskesmas dengan ruang perawatan warga. Ia ingin standar kemewahan di fasilitas kesehatan diukur dari sejauh mana pasien merasa nyaman saat menjalani pengobatan.​”Saya titip pesan, ruang yang paling bagus di Puskesmas haruslah ruang perawatan pasien. Jangan sampai ruang aula atau ruang kepala Puskesmas justru lebih mewah dibanding ruang rawat inap. Ruangan lain boleh bagus, tapi ruang pasien wajib jauh lebih bagus lagi,” tegas Gus Fawait.​Selain infrastruktur, Gus Fawait menyoroti kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Di era Jember Baru, Jember Maju, ia menegaskan tidak boleh ada lagi komplain terkait perilaku tenaga kesehatan yang kurang ramah kepada masyarakat.​Ia meminta seluruh staf medis dan administratif memiliki visi yang sama dalam memberikan pelayanan dasar yang humanis. Menurutnya, kesehatan adalah kebutuhan fundamental yang tidak boleh dikompromikan dengan prosedur yang kaku.​Menyikapi tantangan kesehatan di Jember, khususnya terkait angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, Bupati menginstruksikan Puskesmas harus lebih peka dan responsif terhadap pasien kategori risiko tinggi. Sinergi dengan tiga RS pemerintah daerah telah diperkuat. Jika ditemukan kondisi kritis, Puskesmas wajib melakukan rujukan instan tanpa prosedur berbelit-belit.​Terkait aspek finansial, Gus Fawait melihat peluang besar dari status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan program Universal Health Coverage (UHC). Ia mengingatkan agar peningkatan pendapatan yang diperoleh Puskesmas dikembalikan sepenuhnya untuk meningkatkan kualitas layanan bagi rakyat.​”Dana dari UHC dan BLUD harus diputar kembali untuk memperbaiki fasilitas. Puskesmas itu milik rakyat, maka manfaatnya harus kembali dirasakan langsung oleh mereka dalam bentuk fasilitas kesehatan yang mumpuni,” tutupnya.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *