Bupati Jember, Gus Fawait, menunjukkan aksi nyata dalam mendukung kebijakan efisiensi energi nasional. Saat menjalankan program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di Kecamatan Mumbulsari, Senin (6/4/2026), bupati beserta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak lagi menggunakan kendaraan dinas pribadi, melainkan berangkat bersama menggunakan mini bus.

​Langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap instruksi Presiden terkait penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) di lingkungan instansi pemerintahan.

Menurutnya, efisiensi bukan menghapus program yang sudah berjalan, melainkan mengoptimalkan biaya operasional agar program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap berjalan maksimal.

​”Instruksi presiden terkait efisiensi BBM kami patuhi sepenuhnya. Kami pertegas dengan berangkat rombongan, tidak ada lagi pejabat yang jalan sendiri-sendiri dengan mobil dinasnya,” ujar Gus Fawait.

​Kegiatan di Mumbulsari kali ini dikemas dengan konsep Live Marathon. Tujuannya adalah untuk memberikan transparansi penuh sehingga masyarakat dapat memantau langsung proses pelayanan publik yang selama ini sering terpusat di kantor kabupaten.
​Beberapa layanan utama yang dihadirkan di lokasi antara lain, pengurusan Administrasi Kependudukan (Adminduk). Edukasi mengenai layanan kesehatan gratis melalui UHC (Universal Health Coverage), hingga Penyelenggaraan pasar murah dan pembagian bantuan sembako untuk menekan angka kemiskinan.

​Bupati Jember menekankan bahwa standar pelayanan di desa harus setara dengan di kota. Hal ini diwujudkan melalui penyediaan fasilitas tenda pelayanan yang representatif serta jaminan konsumsi bagi warga yang hadir untuk mengurus keperluan mereka.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *