Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. (Gus Fawait), memberikan ucapan selamat atas dilantiknya Nanik Sudaryati Deyang sebagai Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto.
Bupati meyakini bahwa di bawah kepemimpinan figur yang berintegritas dan tepercaya tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan berdampak pada ekonomi pedesaan dan menjaga kesetabilan harga pangan lokal.
Gus Fawait yang berlatar belakang pendidikan ilmu ekonomi menilai program MBG sebagai instrumen paling konkret dalam melakukan pemerataan anggaran negara. Program ini mampu memaksa aliran dana APBN yang selama ini berputar di Jakarta untuk langsung “turun gunung” membasahi perputaran uang di tingkat pedesaan.
Di Kabupaten Jember sendiri, potensi operasional sekitar 400 dapur Satuan Pelayanan Percepatan Pangan Bergizi (SPPPG) diproyeksikan mampu memicu perputaran ekonomi daerah hingga menyentuh angka fantastis, yaitu Rp4,6 triliun.
”Makan Bergizi Gratis bukan hanya pemenuhan gizi semata. Bagi kami di daerah, MBG adalah stimulus utama pendorong ekonomi makro,” ungkap Gus Fawait.
Gus Fawait juga membeberkan bukti riil yang terjadi di kawasan sentra jeruk Jember wilayah barat. Berkat serapan buah segar yang masif untuk pelengkap menu makanan anak sekolah, harga komoditas buah jeruk lokal yang biasanya fluktuatif kini melonjak stabil di angka Rp15.000 per kilogram.
Kenaikan harga yang sehat ini secara otomatis memicu efek domino (multiplier effect) yang luas bagi ekosistem pertanian di Jember.
”Kami, Pemerintah Kabupaten Jember, siap menyukseskan program MBG dari Presiden Prabowo Subianto. Kami juga yakin, melalui program ini, keterpenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui dapat dipastikan sangat terjamin, sekaligus kesejahteraan para petani hingga buruh tani terangkat secara optimal,” pungkas Bupati.
