Sektor pertanian Kabupaten Jember kembali mencatatkan performa gemilang di level provinsi. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis per 2 Juni 2026, Kabupaten Jember sukses mengukuhkan posisinya sebagai daerah penghasil beras tertinggi di kawasan Tapal Kuda sekaligus bertengger di peringkat ketiga se-Jawa Timur.

​Prestasi ini menjadi pilar krusial bagi Jawa Timur sebagai provinsi dengan potensi produksi padi terbesar di Indonesia dengan proyeksi mencapai 7,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada periode Januari–Juli 2026.

Dalam data tersebut, Kabupaten Jember tercatat menghasilkan 446.097 ton beras dan menempati posisi ketiga di Jawa Timur. Sementara itu, Kabupaten Lamongan berada di peringkat pertama dengan produksi 508.126 ton, disusul Kabupaten Bojonegoro dengan produksi 507.947 ton. Capaian tersebut sekaligus menempatkan Jember sebagai daerah penghasil beras tertinggi di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur. Berdasarkan data komoditas padi, Jember juga menempati peringkat ketiga di Jawa Timur dari sisi luas panen dan peringkat ke-35 dari sisi produktivitas padi.

Melimpahnya hasil panen di Kabupaten Jember, Gus Fawait, memberikan apresiasi tinggi kepada Perum Bulog Jember serta jajaran TNI-Polri karena berhasil mencatatkan angka serapan gabah tertinggi di seluruh Jawa Timur.

​Ketangguhan Jember di sektor pangan sejatinya ditopang oleh ekosistem agribisnis yang terstruktur dengan baik. Pemkab Jember bersinergi dengan pemerintah pusat menggelontorkan total bantuan senilai Rp312 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk modernisasi alat dan mesin pertanian, benih, bibit, serta pembangunan infrastruktur pertanian.

Tidak hanya itu, komitmen menjaga lahan produktif dibuktikan dengan perluasan kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), pada tahun 2025 bertambah luas 373,59 hektare.

Selain berupaya meningkatkan produktivitas pertanian, Pemerintah Kabupaten Jember juga terus memperkuat pengawasan terhadap distribusi pupuk subsidi. Bupati telah menginstruksikan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) untuk memastikan pupuk subsidi dapat diterima oleh petani yang berhak sesuai ketentuan.

Pemkab Jember berkomitmen menjaga distribusi pupuk agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika ditemukan pelanggaran dalam penyaluran pupuk subsidi, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.

Keberhasilan Jember menjadi salah satu sentra produksi beras terbesar di Jawa Timur juga didukung berbagai program strategis yang telah dijalankan pemerintah daerah. Program optimalisasi lahan (Oplah), perbaikan infrastruktur irigasi, pompanisasi, hingga pengelolaan lahan pertanian produktif terus diperkuat untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas hasil panen.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *