Jika biasanya kita membayangkan penertiban pedagang kaki lima (PKL) identik dengan ketegangan atau aksi angkut paksa, pemandangan di pusat kota Jember pada Kamis (26/3/2026) pagi kemarin justru sebaliknya.

​Suasana di sepanjang Jalan Sultan Agung hingga HOS Cokroaminoto terasa adem. Petugas berseragam tidak datang dengan wajah garang, melainkan duduk berdampingan bersama para pedagang. Mereka berbincang santai, seperti kawan lama yang sedang berdiskusi tentang masa depan kota.

​Inilah langkah baru yang diambil oleh Satuan Tugas Infrastruktur dan Tata Ruang (Satgas ITR) Kabupaten Jember. Melibatkan kolaborasi antara Satpol PP, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, serta Bapenda, tim ini turun ke lapangan sejak pukul 09.00 WIB.

Alih-alih membawa truk angkut, mereka membawa surat edaran dan pesan edukasi. Fokusnya pun sangat mendalam: bagaimana pedagang tetap bisa mencari rezeki tanpa merampas hak pejalan kaki.

​”Tujuan kami bukan melarang warga berjualan. Kami ingin membangun kesadaran kolektif agar fungsi fasilitas umum tetap terjaga. Pedagang tenang mencari nafkah, pengguna jalan pun nyaman melintas,” ungkap Kepala Satpol PP Jember, Bambang Rudyanto.

​Di sela-sela obrolan, petugas juga melakukan pendataan terkait nama, jenis dagangan, hingga lokasi berjualan. Namun, para pedagang tidak perlu merasa was-was. Data ini bukan list pengusiran, melainkan fondasi bagi Pemerintah Kabupaten Jember untuk merumuskan solusi yang lebih terintegrasi.

​Rencananya, data akurat ini akan digunakan untuk merancang penataan sektor informal yang lebih rapi. Tujuannya agar para pahlawan ekonomi kecil ini punya tempat yang layak tanpa mengorbankan estetika dan ketertiban kota.

Dengan pendekatan humanis, petugas lebih banyak mendengar keluh kesah pedagang sebelum memberikan bimbingan mengenai batasan ruang publik.

​Langkah edukatif ini membuktikan bahwa ketertiban kota tidak melulu harus ditegakkan dengan tangan besi. Pemkab Jember sedang mencoba merajut harmoni antara geliat ekonomi rakyat dan keindahan tata ruang.

​Melalui pendekatan ini, para pedagang diharapkan bisa menjadi mitra pemerintah dalam menjaga wajah Jember agar tetap asri.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *