Suasana halaman Pendopo Wahyawibawagraha dan Kantor Bupati Jember di Jalan Sudarman mendadak ramai, Senin (30/3) pagi. Ribuan santriwati dengan barang bawaan khas pesantren tampak bersiap-siap. Hari ini adalah jadwal mereka kembali ke pondok usai masa libur Lebaran berakhir.
Demi memastikan para “pejuang ilmu” ini sampai dengan aman dan nyaman, Pemkab Jember menyiapkan belasan armada bus secara gratis.
Pelepasan keberangkatan kali ini diwakili oleh Kabag Kesra Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin. Menyampaikan pesan dari Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), ia menegaskan bahwa fasilitas ini adalah bentuk penghormatan bagi para santri.
“Santri ini pejuang ilmu. Di pesantren mereka belajar agama sekaligus membentuk karakter. Kelak, merekalah yang akan jadi pemimpin negeri ini,” ujar Hafid menyampaikan pesan Bupati Jember
Tahun ini, Pemkab Jember memang “all-out”. Total ada puluhan bus yang disiapkan melalui Bagian Kesra dan Dinas Perhubungan untuk menjemput dan mengantar santri dari berbagai pondok besar, mulai dari Ploso Kediri, Blokagung, hingga santri asal Madura.
Apresiasi mendalam datang dari Ustaz Abdul Wafi, Sekretaris IKSAS Sukorejo. Ia bercerita bahwa fasilitas seperti ini sangat meringankan beban wali santri.
“Terima kasih Gus Fawait atas fasilitasnya. Dulu sempat difasilitasi, tapi kemudian kami sempat harus berangkat mandiri dengan cara iuran wali santri. Baru kali ini ada fasilitas bus lagi,” ungkap Ustaz Wafi.
Dengan adanya bus gratis ini, para orang tua merasa jauh lebih tenang dan terbantu secara ekonomi.
Langkah Pemkab Jember ini membuktikan bahwa perhatian terhadap dunia pesantren bukan sekadar wacana. Dengan mempermudah akses transportasi, pemerintah hadir langsung dalam mendukung proses pendidikan anak-anak Jember yang sedang “nyantri” di luar kota.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *