Kabar baik datang bagi warga kurang mampu di Jember. Pemerintah Kabupaten Jember sedang gencar-gencarnya membedah rumah warga melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tujuannya jelas memastikan setiap warga punya hunian layak, sehat, dan nyaman untuk dihuni.
Program ini nggak main-main. Sepanjang tahun 2026, berbagai kecamatan di Jember jadi sasaran perbaikan fisik, mulai dari struktur bangunan hingga urusan sanitasi yang lebih layak. Dengan prioritas penerima adalah masyarakat berpenghasilan rendah yang telah melalui proses verifikasi dan validasi data oleh pemerintah desa dan dinas terkait.
Keberhasilan program ini ternyata tak lepas dari peran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember yang menjaga aliran dana tetap “sehat” dan transparan.
Audi Ryan Setiawan, Kasubag Umum BPKAD Jember, menegaskan bahwa pengelolaan anggaran dilakukan secara efektif agar manfaatnya langsung kena ke masyarakat yang paling membutuhkan.
“Kami pastikan anggaran tepat sasaran. Prinsipnya transparan dan akuntabel, supaya program ini benar-benar terasa dampaknya bagi warga,” jelas Audi, Minggu (29/3).
Kebahagiaan terpancar jelas dari raut wajah Hasan (49), warga Kecamatan Patrang. Dulu, rumah Hasan jauh dari kata nyaman, atapnya rapuh dan dindingnya sudah mulai lapuk. Namun, lewat program RTLH ini, nasib rumahnya berubah total.
“Alhamdulillah, sekarang rumah sudah diperbaiki. Tidak bocor lagi kalau hujan dan rasanya jauh lebih aman. Terima kasih Pemkab Jember,” ungkap Hasan penuh syukur.
Program RTLH ini bukan sekadar urusan semen dan batu bata. Dengan rumah yang lebih layak, otomatis kesehatan dan semangat hidup warga juga ikut meningkat. Ini adalah bukti nyata kolaborasi pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Jember.
