Bupati Jember, Gus Fawait, bergerak cepat merespons keluhan warga terkait ancaman banjir yang kerap melanda kawasan Pasar Mumbulsari. Di sela agenda Bunga Desaku, Selasa (7/4/2026), Bupati meninjau langsung titik pendangkalan sungai dan saluran air di Jalan Budi Utomo.

​Dalam inspeksi tersebut, ditemukan bahwa sedimentasi (pengendapan) yang parah serta tumpukan sampah menjadi pemicu utama meluapnya air ke pemukiman warga setiap kali hujan deras mengguyur.

​Meski status kewenangan beberapa aliran sungai berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Gus Fawait menegaskan bahwa Pemkab Jember tidak akan berpangku tangan. Pihaknya menyiagakan alat berat untuk penanganan darurat.

​”Kami sudah siapkan alat untuk tindakan darurat. Karena ini sungai kewenangan provinsi, kami akan segera berkoordinasi agar dilakukan pengerukan atau normalisasi besar-besaran. Banjir ini jelas akibat pendangkalan dan tumpukan sampah yang menghambat arus,” tegas Gus Fawait.

Selain fokus pada penanganan banjir, dalam kunjungan tersebut Bupati juga memantau proyek pengaspalan jalan yang tengah digarap Pemkab Jember di wilayah Mumbulsari. Kehadiran langsung di lapangan ini diakui sebagai upaya untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung tanpa sekat birokrasi.

Gus Fawait memaparkan rencana strategis pada tahun 2026, di mana Pemkab Jember akan melakukan pemetaan menyeluruh terhadap seluruh titik pendangkalan sungai di Jember.

“Kami akan memetakan titik-titik pendangkalan ini dan terus berkomunikasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat jika itu merupakan kewenangan mereka. Yang terpenting, kami bergerak cepat untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *