Momentum Hari Raya Idul Adha, masyarakat kerap dihadapkan pada tantangan memilih hewan kurban yang tidak hanya sah secara syariat Islam, tetapi juga aman dari konsumsi penyakit. Pengelola Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Ambulu, drh. Rencong Dwi Putra, membagikan panduan klinis memilih sapi atau kambing kurban yang sehat dan layak bagi konsumen.
Menurut drh. Rencong, ada tiga aspek utama yang wajib diperiksa secara jeli oleh calon pembeli sebelum melakukan transaksi di lapak penjualan.
Aspek paling mendasar yang menentukan sah atau tidaknya hewan kurban adalah usia. Cara paling akurat untuk mengetahuinya bukan dengan menebak ukuran tubuh, melainkan dengan memeriksa rongga mulut hewan. Pastikan gigi susu geligi ternak tersebut sudah tanggal atau ganti sebagian.
Pembeli disarankan melakukan pengamatan visual secara menyeluruh dari kepala hingga kaki guna mengeliminasi risiko penyakit seperti endemik.
Berikut adalah poin-poin pengecekan fisik hewan yang sehat. Phertama ewan harus mampu berdiri dan berjalan tegak secara seimbang (tidak pincang).Bertubuh proporsional (tidak kurus kering), berbulu bersih, cenderung mengkilap, dan tidak kusam. Kedua mata wajib jernih, responsif terhadap gerakan, serta bebas dari kebutaan (parsial maupun total). Area hidung harus bersih tanpa adanya sekresi cairan lendir yang berlebihan, terutama lendir berwarna kehijauan. Rongga mulut tidak mengeluarkan air liur yang berhamburan secara tidak wajar untuk memastikan bebas dari virus PMK.
“Hewan harus aktif, bermata jernih, dan tidak menunjukkan gejala klinis penyakit menular. Jangan tergiur harga murah jika fisiknya mencurigakan,” tegas drh. Rencong.
Langkah pamungkas yang menjadi penjamin mutlak keamanan pangan adalah memeriksa dokumen legalitas kesehatan hewan yang dibawa oleh pedagang.
Prioritaskan membeli hewan kurban di lapak yang telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) resmi dari otoritas dinas terkait. Jika membeli di pedagang kaki lima musiman pinggir jalan, pastikan area lapak tersebut sudah ditempeli stiker khusus dari tim dinas peternakan. Stiker tersebut menjadi bukti otentik bahwa seluruh hewan di tempat itu telah lolos inspeksi veteriner secara ketat.
“Jika membeli di lapak musiman pinggir jalan, tengoklah apakah tempat tersebut sudah ditempeli stiker khusus. Stiker itu menjadi bukti otentik bahwa seluruh hewan di lapak tersebut telah melewati proses inspeksi dan pengawasan ketat dari tim dinas peternakan,” pungkas Pengelola Puskeswan Ambulu tersebut.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *