Geliat ekonomi yang progresif di wilayah Tapal Kuda mendapat suntikan energi baru. Mulai 1 Juni 2026, maskapai Wings Air member of Lion Group resmi mengoperasikan kembali penerbangan reguler rute Surabaya–Jember–Surabaya secara komersial.
Menggunakan armada ATR 72 berkapasitas 72 penumpang, pembukaan rute ini menjadi jawaban atas tingginya mobilitas pelaku usaha, akademisi, dan wisatawan seiring meroketnya angka investasi dan ekspor komoditas unggulan di Kabupaten Jember.
Adapun penerbangan Wings Air rute Surabaya–Jember akan beroperasi setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Penerbangan IW-1898 dijadwalkan berangkat dari Surabaya pukul 09.00 WIB dan tiba di Jember pukul 10.05 WIB. Sementara penerbangan IW-1899 dari Jember menuju Surabaya berangkat pukul 10.30 WIB dan tiba pukul 11.20 WIB.
Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, menyebut Surabaya akan berfungsi sebagai hub (pusat penghubung) utama Lion Group. Artinya, penumpang dari Jember kini bisa langsung connecting flight ke kota-kota besar.
“Masyarakat Jember kini semakin mudah melanjutkan perjalanan ke berbagai kota seperti Jakarta, Batam, Pekanbaru, Makassar, Denpasar hingga Kupang. Bahkan tersedia pula koneksi penerbangan internasional menuju Kuala Lumpur dan Jeddah,” ungkap Gatot.
Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, mengungkapkan bahwa keputusan menghidupkan kembali rute ini didasari oleh data pertumbuhan ekonomi Jember yang sangat menjanjikan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Jember pada tahun 2025 tumbuh sebesar 5,47 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp110,98 triliun. Struktur ekonomi daerah masih ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang berkontribusi sebesar 25,42 persen terhadap total perekonomian daerah.
Lonjakan aktivitas perjalanan bisnis ini dipicu oleh tiga komoditas raksasa Jember yang sukses menembus pasar global yakni, kopi Jember. Produksi komoditas ini melesat tajam dari 4.477 ton pada tahun 2023 menjadi 15.000 ton di taun 2025, dengan pasar ekspor utama langsung ke Mesir. Selain kopi, ada juga Cerutu Premium. Industri cerutu lokal Jember mampu memproduksi 3.000 hingga 4.000 batang per hari untuk memasok pasar Amerika, Eropa, dan Asia. Dan Agribisnis Modern. Ekspor edamame berkualitas tinggi yang terus menjadi primadona logistik antardaerah dan internasional.
Di bidang investasi, realisasi investasi Kabupaten Jember pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp2,57 triliun atau meningkat sekitar 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Jember yang terus berkembang.
Selain sektor agribisnis dan investasi, posisi Jember sebagai kota pendidikan dan kibal industri kreatif internasional lewat perhelatan Jember Fashion Carnaval (JFC) menjadi daya tarik yang tak bisa diabaikan.
Kehadiran jalur udara ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh darat Surabaya–Jember yang biasanya memakan waktu 4 hingga 5 jam menjadi hanya 50-60 menit saja. Efisiensi ini diyakini Pemkab Jember akan menjadi akselerator utama yang menempatkan Jember sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Jawa Timur.
“Jember memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Aktivitas bisnis, perdagangan, pendidikan, hingga sektor pariwisata terus tumbuh dari tahun ke tahun. Konektivitas udara menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan pertumbuhan tersebut sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat,” ujar Danang dalam keterangannya.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *