Kabupaten Jember menorehkan prestasi di awal tahun anggaran ini. Berdasarkan rincian data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk Kuartal I (Q1) 2026, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember sukses melesat impresif di angka 6,35%.
Capaian ini membawa Jember memimpin di wilayah Sekar Kijang, dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur maupun angka Nasional. Keberhasilan ini mejadk bukti nyata dari tata kelola pemerintahan yang responsif melalui penerapan anggaran yang tepat sasaran, pelaksanaan program kerja yang efektif dan efisien.
Pertumbuhan Jember tembus (6,35%) unggul tebal 0,74 poin di atas pertumbuhan Nasional yang berada di angka 5,61%,serta melebih angka pertumbuhan Provinsi Jawa Timur sebesar 5,96% (selisih 0,39 poin). Kabupaten Jember sukses mengungguli kabupaten tetangga di wilayah eks-karesidenan Besuki dan sekitarnya. Jember memimpin di atas Banyuwangi (6,14%), Lumajang (5,89%), Situbondo (5,50%), dan Bondowoso (5,42%).
Pencapaian ini bukan sebuah kebetulan, melainkan hasil dari strategi intervensi anggaran pemerintah daerah yang fokus pada sektor-sektor produktif. Realisasi APBD yang dipercepat sejak awal tahun, berpadu dengan efisiensi birokrasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran daerah langsung berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat.
Pelaksanaan program yang efektif di sektor ketahanan pangan, stimulus UMKM, serta percepatan infrastruktur strategis berhasil menstimulus daya beli masyarakat Jember. Kebijakan yang tepat sasaran ini terbukti mampu meminimalkan sumbatan ekonomi dan menciptakan iklim investasi daerah yang sangat bergairah.
Kabupaten Jember kini resmi memegang tongkat estafet sebagai lokomotif penggerak ekonomi utama di kawasan timur Jawa Timur.
Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus menjaga ritme pengelolaan anggaran yang akuntabel dan akselerasi program yang efektif agar tren positif ini konsisten bertahan, bahkan meningkat.
