Siapa sangka, sekolah yang dulu langganan banjir kini berdiri megah bak bangunan baru penuh kebanggaan. Itulah wajah baru SMPN 1 Balung, Kabupaten Jember, setelah mendapatkan dana revitalisasi sebesar Rp 4,2 miliar.

Beberapa tahun lalu, setiap hujan deras turun, halaman sekolah berubah jadi “waduk dadakan”. Letaknya yang lebih rendah dari jalan membuat air mudah masuk. Siswa-siswi harus belajar sambil waswas, bahkan kadang berdesakan di laboratorium karena ruang kelas tak mencukupi.

Kini suasananya berbeda.Gedung-gedung baru berdiri kokoh. Ruang kelas tertata rapi. Laboratorium kembali ke fungsi semestinya. Tak ada lagi cerita sepatu basah atau kaki terendam saat belajar.

Kepala sekolah, Mohammad Rokhim, mengaku perubahan ini seperti jawaban dari doa panjang yang ia perjuangkan sejak 2022 lewat pembaruan data Dapodik.

“Dulu anak-anak belajar sambil khawatir banjir datang. Sekarang mereka bisa fokus belajar dengan nyaman,” ujarnya dengan mata berbinar.

Peresmian sekolah ini turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang datang langsung ke Jember untuk meresmikan 132 sekolah hasil rehabilitasi. Ia mengapresiasi langkah cepat Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan.

Menurutnya, membangun sekolah bukan hanya soal tembok dan atap, tapi tentang menjaga masa depan anak-anak bangsa.

Kini, SMPN 1 Balung berubah tak lagi sekolah yang identik dengan genangan air namun menjadi simbol harapan baru — tempat yang lebih nyaman, dan lebih layak untuk menumbuhkan mimpi.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *