Menanggapi fluktuasi harga minyak dunia akibat ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah, Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menginstruksikan langkah penghematan energi dan anggaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember.
​Gus Fawait memutuskan untuk tidak menggelar acara Open House di Pendopo Wahyawibawagraha pada Lebaran tahun ini.

Langkah ini diambil untuk menjawab seruan pemerintah pusat dalam menekan beban subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

​”Sebagai bagian dari NKRI, kita harus peka terhadap kondisi global. Ketidakstabilan di Timur Tengah membuat harga minyak fluktuatif. Jika konsumsi tidak dikendalikan, beban subsidi negara akan membengkak,” ujar Gus Fawait di kediamannya, Desa Wringinagung, Sabtu (21/3/2026).

​Bupati menegaskan bahwa langkah efisiensi ini merupakan upaya menjaga stabilitas beban subsidi, bukan karena kelangkaan stok BBM. Ia menjamin ketersediaan energi di wilayah Jember tetap aman bagi masyarakat.

​Meski acara formal di pendopo ditiadakan, Gus Fawait tetap membuka ruang silaturahmi secara sederhana di pondok pesantren. “Niat utamanya adalah mendukung gerakan efisiensi pemerintah pusat,” imbuhnya.

​Selain pembatasan kegiatan seremonial, Pemkab Jember melalui BKPSDM tengah menggodok skema Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini diproyeksikan untuk menekan penggunaan energi kendaraan dinas maupun operasional kantor.

​”Kami sedang siapkan skemanya, mungkin satu atau dua hari WFH dalam seminggu. Belajar dari pengalaman pandemi lalu, saya yakin pelayanan publik tetap prima dan tidak terganggu,” pungkas Gus Fawait.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *