Puluhan murid taman kanak-kanak dan paud di Kecamatan Kaliwates, Jember, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap hidangan program makan bergizi gratis (MBG), Rabu (20/5/2026) Akibat kejadian tersebut, sejumlah siswa harus menjalani perawatan di rumah sakit maupun puskesmas.

Data yang dihimpun menyebutkan, empat anak dirawat di RS Kaliwates, satu anak ditangani di Puskesmas Kaliwates, enam anak menjalani perawatan di Puskesmas Jember Kidul, sementara 11 anak lainnya menjalani rawat jalan. Seluruh korban dilaporkan telah mendapat penanganan medis dan kondisinya mulai membaik.

Menindaklanjuti kejadian itu, Pj Sekda Jember Muhammad Fauzi melakukan inspeksi mendadak ke dapur SPPG Mitra Kaliwates 07 atau Al Mubarok 88 di Jalan Teratai, Kelurahan Kaliwates, Kamis siang.

Dalam sidak tersebut, Fauzi meninjau langsung proses pengolahan makanan hingga distribusi. Ia menemukan tabung gas untuk memasak ditempatkan di ruang tertutup yang dinilai memiliki risiko bahaya apabila terjadi kebocoran.

Selain membahayakan pekerja, kondisi tersebut juga dikhawatirkan dapat memengaruhi sterilitas makanan yang akan disajikan kepada anak-anak.

Fauzi menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Jember prihatin atas kejadian tersebut dan meminta seluruh pengelola dapur MBG meningkatkan standar keamanan serta higienitas makanan.

Sementara itu, Kepala SPPG Mitra Kaliwates 07 Ahmad Farid Anam menyampaikan permohonan maaf atas insiden dugaan keracunan tersebut. Ia memastikan seluruh biaya perawatan korban ditanggung pihak SPPG Al Mubarok.

Farid juga mengaku sebelum makanan didistribusikan, pihaknya telah melakukan uji makanan sesuai prosedur. Namun, untuk sementara operasional SPPG Al Mubarok dihentikan sambil menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang telah dikirim untuk diperiksa.

Pihak terkait kini masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *