Tak banyak yang tahu, di sudut Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, seorang lansia bernama Amoy (73) menjalani hidup dalam keterbatasan. Selama puluhan tahun, ia hidup tanpa memiliki dokumen administrasi kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK).

Pak Amoy tinggal seorang diri di rumah sederhana yang berdinding anyaman bambu dengan lantai tanah. Meski usianya tak lagi muda, ia masih harus bekerja setiap hari sebagai tukang ngarit dan merawat sapi milik tetangganya. Dari pekerjaan itu, ia memperoleh penghasilan dengan sistem bagi hasil, cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ketiadaan identitas resmi membuat Pak Amoy tidak bisa mengakses berbagai layanan dan bantuan pemerintah. Selama bertahun-tahun, ia hidup tanpa kepastian administrasi yang menjadi hak setiap warga negara.

Harapan itu akhirnya datang melalui Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku). Berkolaborasi dengan Peta Cinta Dispendukcapil Kabupaten Jember, pemerintah melakukan layanan jemput bola untuk membantu warga yang belum memiliki dokumen kependudukan.

Usaha tersebut membuahkan hasil. Setelah penantian yang begitu panjang, Pak Amoy akhirnya resmi memiliki KTP dan KK. Momen penyerahan dokumen itu menjadi kebahagiaan tersendiri, bukan hanya bagi Pak Amoy, tetapi juga warga sekitar yang ikut menyaksikan.

Kini, dengan identitas resmi yang telah dimiliki, Pak Amoy memiliki kesempatan untuk memperoleh berbagai hak sebagai warga negara, mulai dari akses layanan kesehatan hingga program bantuan sosial dari pemerintah.

Kisah Pak Amoy menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang membutuhkan perhatian dan kehadiran pemerintah. Program jemput bola seperti Bunga Desaku menjadi bukti bahwa pelayanan publik tidak hanya dilakukan di balik meja, tetapi juga hadir langsung menyapa masyarakat yang paling membutuhkan.

Semoga kepemilikan dokumen kependudukan ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi Pak Amoy. Dengan dukungan berbagai program bantuan dan kepedulian banyak pihak, beban hidup lansia yang selama ini berjuang seorang diri itu diharapkan dapat semakin ringan.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *