Deretan jeriken, ember, hingga tandon air berjejer rapi di sepanjang jalan Dusun Kidul dan Karangpring, Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Jember, pada Minggu (9/8). Kedatangan armada tangki raksasa pembawa 5.000 liter air bersih milik Pemkab Jember langsung disambut senyum lega oleh warga setempat.
Dampak kemarau panjang dalam beberapa pekan terakhir memang bikin sumur-sumur warga mulai mengering. Berdasarkan pemetaan awal, ada sekitar 77 Kepala Keluarga (KK) di Desa Sumberjeruk yang kesulitan mendapatkan air untuk memasak, minum, dan mandi.
Titik kekeringan paling parah tersebar di beberapa RT di Dusun Kidul (RT 1/RW 8 & RT 1/RW 6) serta Dusun Karangpring (RT 2/RW 1 & RT 3/RW 1).
Proses pengisian air berlangsung sangat tertib. Petugas dari DPRKPLH Jember, BPBD Jember, bersama perangkat desa setempat bahu-membahu mengisi tandon umum dan jeriken milik warga yang sudah mengantre.
Kabid PSU DPRKPLH Jember, Rudi Rahmawan, S.T., menegaskan bahwa aksi tanggap darurat ini adalah komitmen wajib pemerintah daerah dalam menjamin kebutuhan pokok rakyatnya.
“Air bersih itu kebutuhan dasar. Saat warga kesulitan gara-gara kemarau, pemerintah harus cepat turun ke lapangan. Sinergi bersama BPBD dan aparat wilayah terus kita perkuat agar penanganan krisis air ini tepat sasaran,” tegas Rudi.
Pengiriman ke Sumberjeruk ini ternyata sudah menjadi penyaluran tahap ke-15 dalam rangkaian penanganan bencana kekeringan yang dilakukan Pemkab Jember selama musim kemarau tahun ini.
Biar warga tak kebingungan air lagi, tim gabungan sudah menjadwalkan pengiriman rutin, Dikirim berkala tiap 3 hari sekali dengan volume 5.000 liter sekali kirim. Dan memprioritaskan pemukiman dengan tingkat kekeringan paling kritis.
Aksi cepat tanggap ini jadi napas segar buat warga Kalisat yang sempat dipusingkan sumur kering. Dengan adanya kiriman rutin tiap tiga hari, ketahanan air warga Sumberjeruk dipastikan aman sampai musim kemarau berlalu!
