Gelombang tinggi Samudra Hindia di pesisir Puger kembali memakan korban. Ketika musibah kecelakaan laut (laka laut) terjadi, duka mendalam dan beban ekonomi otomatis langsung menghantam keluarga nelayan yang ditinggalkan.
Meringankan beban tersebut, Dinas Sosial PPPA Kabupaten Jember turun tangan menyalurkan bantuan musibah laka laut kepada 15 warga terdampak pada Rabu (12/8).
Proses penyerahan bantuan berjalan tertib dan tepat sasaran berkat pengawalan dari Pemerintah Kecamatan Puger, personel Satgas Marinir, hingga Pendamping Sosial setempat.
Bagi keluarga nelayan, paket bahan pokok harian ini jadi penyambung napas yang sangat berarti di kala masa-masa sulit.
Adim, salah satu penerima manfaat, mengaku sangat terharu dengan perhatian cepat dari Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait (Gus Fawait).
“Di saat kami berduka dan kesulitan, pemerintah hadir membawa bantuan yang sangat berharga. Ini betul-betul meringankan beban materi maupun batin kami. Terima kasih banyak untuk Pak Bupati,” tutur Adim lega.
Gak cuma bagi-bagi sembako, momen ini juga dimanfaatkan petugas untuk memperketat imbauan keselamatan bagi para nelayan Puger.
Mewakili Camat Puger Beny Armindo Ginting, Kasi PMKS Kecamatan Puger, Handy Rudianto, mengingatkan para nelayan untuk tidak nekat melaut saat ombak selatan sedang ganas.
Mulai mengecek perkiraan cuaca dan gelombang laut sebelum bertolak dari pelabuhan, memastikan ketersediaan rompi pelampung (life jacket) di atas perahu, hingga memperkuat koordinasi dan komunikasi antar-kelompok nelayan saat beroperasi di perairan lepas.
Sinergi antara bantuan tanggap darurat dan edukasi keselamatan ini diharapkan bisa menekan risiko laka laut di pesisir Jember. Harapannya satu: para pejuang gelombang bisa terus berangkat melaut dan pulang ke rumah dengan selamat.
