Urusan administarasi kependudukan mungkin identik dengan antrean panjang dan perjalanan jauh ke pusat kota. Tapi, paradigma itu sekarang mulai berubah di Kabupaten Jember. Di bawah komando Kepala Dispendukcapil, Bambang Saputro, pelayanan publik justru yang datang mengetuk pintu rumah warga.
Ada beberapa inovasi keren yang bikin urusan administrasi kependudukan atau Adminduk, jadi makin mudah dan cepat.
Inovasi andalannya bernama Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP di Kecamatan). Lewat program ini, masyarakat yang mau urus KTP-el atau dokumen lainnya cukup datang ke kantor kecamatan masing-masing. Tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota, hemat bensin dan hemat waktu.
Nggak cuma di level kecamatan, Dispendukcapil Jember juga makin gencar melakukan layanan On The Spot. Setiap hari, ada tim khusus yang terjun langsung ke SMA, SMK, hingga pondok pesantren.
“Kami fokus melakukan perekaman KTP-el bagi pemula yang sudah berusia 17 tahun. Ini adalah upaya kami untuk hadir lebih dekat,” ujar Bambang Saputro.
Ini yang paling menyentuh. Petugas juga aktif mendatangi kediaman para lansia, warga yang sedang sakit, hingga saudara-saudara kita penyandang disabilitas yang punya keterbatasan mobilitas. Tujuannya satu, memastikan hak sipil setiap warga Jember terpenuhi tanpa terkecuali.
Kenapa sih Dispendukcapil sampai seheboh ini jemput bola ke pelosok? Pak Bambang menjelaskan bahwa misi utamanya adalah validitas data. Kalau datanya akurat, pemerintah bisa bikin kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Selain itu, ini juga jadi cara buat mendongkrak kepemilikan dokumen penting mulai dari, kartu Keluarga (KK), KTP-el, Kartu Identitas Anak (KIA),Akta Kelahiran & Akta Kematian
Khusus masyarakat yang tinggal di tiga kecamatan kota, pengurusan KTP tetap dilayani di kecamatan masing-masing, ya. Tapi untuk proses cetaknya memang diarahkan ke kantor Dispendukcapil pusat demi efisiensi koordinasi.
Lewat berbagai terobosan ini, Dispendukcapil Jember membuktikan kalau pelayanan publik itu bukan lagi soal duduk manis di balik meja, tapi soal komitmen untuk menjemput aspirasi warga sampai ke ujung desa.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *