Program Bunga Desaku yang digagas Bupati Jember Muhammad Fawait meninggalkan kesan positif bagi banyak warga. Salah satunya dirasakan Ibu Tini, warga Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi.
Bagi Tini, kehadiran pemerintah langsung di tengah masyarakat bukan sekadar membawa berbagai layanan, tetapi juga membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemimpinnya.
“Program ini sangat bagus. Kami jadi tahu banyak informasi, mulai dari pengurusan administrasi kependudukan, beasiswa, sampai layanan berobat gratis. Yang paling penting, kami juga bisa menyampaikan keluhan langsung kepada pemerintah,” ujarnya.
Sehari-hari, Tini menjalankan usaha kecil berupa warung mlijo dan toko kelontong. Menurutnya, persoalan terbesar yang dihadapi pelaku usaha mikro bukan hanya pemasaran, tetapi juga keterbatasan modal untuk mengembangkan usaha.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Jember dapat menghadirkan program keringanan bunga kredit atau skema pembiayaan yang lebih ramah bagi pelaku UMKM.
“Kalau akses modal lebih mudah dan bunganya ringan, kami bisa menambah barang dagangan dan mengembangkan usaha. Harapannya, usaha kecil seperti kami bisa terus bertahan dan semakin maju,” tuturnya.
Kisah Tini menjadi salah satu potret harapan masyarakat yang muncul melalui Program Bunga Desaku. Tak hanya menghadirkan pelayanan publik lebih dekat, program ini juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga, sehingga berbagai kebutuhan masyarakat dapat didengar dan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan daerah.
