Suasana haru menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Patrang, Jember, pada Kamis (23/7) siang. Di tepi liang lahat yang tenang, sejumlah petugas UPTD Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Dinsos PPPA Jember berdiri khidmah. Mereka mengantarkan Almarhumah Maya (73), seorang lansia terlantar, menuju peristirahatan bahagianya yang terakhir.
Prosesi sederhana ini jadi bukti nyata kalau kepedulian sosial di Jember tidak cuma berhenti saat memberikan tempat tinggal, tapi juga memberikan penghormatan paling bermartabat hingga hembusan napas terakhir.
Perjalanan Mbah Maya di Liposos Jember sebenarnya berawal dari kisah yang memprihatinkan. Pada September 2025 lalu, wanita asal Kebon Kidul, Kelurahan Jember Kidul ini ditemukan terlantar di samping Puskesmas setempat.
Sejak saat itu, Liposos Jember menjadi “rumah baru” bagi Mbah Maya untuk mendapatkan perawatan harian dan perlindungan sosial. Namun, sekitar tiga minggu lalu, kesehatan fisik Mbah Maya menurun drastis akibat serangan stroke usai terjatuh. Meski tim medis sudah berjuang memberikan perawatan intensif, Mbah Maya akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis pagi.
Kepala UPTD Liposos Jember, Roni Efendi, S.STP., menegaskan bahwa setiap lansia yang didampingi sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh para petugas.
“Setiap jiwa yang kami dampingi adalah tanggung jawab moral kami. Mulai dari pemulasaraan sampai pemakaman, kami pastikan semuanya dilakukan secara layak dan penuh penghormatan,” ujar Roni.
Pengurusan jenazah oleh jajaran Liposos ini menjadi bukti bahwa keterbatasan dan kesendirian di masa tua tak menghalangi hadirnya tangan-tangan yang peduli.
Roni berharap kisah Almarhumah Mbah Maya bisa menggugah kepedulian masyarakat luas. Siapa pun mereka dan seberapa pun terlantarnya di masa hidup, setiap lansia berhak mendapatkan perlakuan yang humanis. Yuk, lebih peduli dan saling jaga para lansia di sekitar kita.
