Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak boleh hanya terpaku pada angka Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat melantik jajaran direksi baru Perumda Perkebunan Kahyangan di Pendapa Wahyawibawagraha, Bupati menginstruksikan perusahaan daerah ini untuk aktif menggerakkan ekonomi di kawasan perkebunan yang selama ini menjadi kantong kemiskinan.
Gus Fawait menilai, dengan latar belakang jajaran direksi baru yang banyak diisi oleh mantan aktivis, Perumda Kahyangan harus mampu membawa kultur kerja baru yang lebih transparan dan berorientasi pada data.
Untuk mendukung pergerakan dinamis perusahaan, Pemerintah Kabupaten Jember kini tengah menggodok revisi Peraturan Daerah (Perda) terkait BUMD. Langkah ini diambil agar Perumda Kahyangan memiliki payung hukum untuk melebarkan sayap bisnisnya dan tidak lagi bergantung pada komoditas perkebunan tradisional semata.
Salah satu peluang baru yang dibidik adalah keterlibatan BUMD ini dalam menyokong program strategis pemerintah pusat, seperti penyediaan instrumen untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Direksi harus mampu bekerja profesional, terbuka terhadap kritik, berpikir inovatif, dan membuktikan kinerja melalui data serta capaian yang terukur. Perumda Kahyangan harus jadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat bawah,” tegas Gus Fawait.
Menjawab tantangan tersebut, Direktur Utama Perumda Perkebunan Kahyangan yang baru dilantik, Gogot Cahyo Baskoro, menyatakan kesiapannya untuk merombak tata kelola perusahaan agar lebih sehat, bersih, dan kompetitif.
Ia menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi modal utama untuk memulihkan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik, mitra usaha, serta internal karyawan.
“Kami berkomitmen menerapkan prinsip Good Clean Corporate melalui transparansi, akuntabilitas, independensi, tanggung jawab, dan antikorupsi,” ujarnya.
Guna mendongkrak performa perusahaan, manajemen baru telah memetakan sejumlah strategi diversifikasi usaha yang konkret, antara lain. pengembangan produk kopi specialty, optimalisasi aset perusahaan, hingga pengembangan sektor wisata berbasis perkebunan. Beberapa potensi wisata yang akan dikembangkan antara lain kawasan Wisata Boma dan Rimba Camp di Gunung Pasang, Kampung Belgia di Sumberwadung, serta akses menuju Air Terjun Tancak melalui kerja sama dengan Perhutani.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *