Kabar inspiratif datang dari Kecamatan Semboro, Jember. Rabu kemarin, 29 April 2026, petugas administrasi kependudukan nggak cuma duduk di balik meja, tapi mereka langsung turun gunung ke Desa Rejoagung.

​Mereka membawa peralatan lengkap untuk melakukan perekaman KTP langsung di rumah Yehezkiel warga penyandang disabilitas dan Pak Widiarso yang mengalami kesehatan mental. Bagi mereka, jarak ke kantor kecamatan mungkin terasa jauh, tapi lewat aksi “jemput bola” ini, negara yang justru datang mendekat.

​Kasi Pelayanan Umum Semboro, Herlan Hidayat, menegaskan kalau KTP ini bukan sekadar kartu plastik, tapi “kunci” bagi warga untuk bisa mengakses bantuan sosial dan layanan kesehatan.

Langkah inklusif ini jadi pengingat buat kita semua, birokrasi ternyata bisa tampil luwes dan hangat saat benar-benar peduli pada kebutuhan rakyatnya.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *