Pemerintah Kabupaten Jember memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dengan menggelar tasyakuran dan doa bersama di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (1/5/2026). Dalam momentum tersebut, Bupati Jember, Gus Fawait, menyerukan pentingnya harmoni antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah sebagai fondasi utama kebangkitan ekonomi daerah.

​Gus Fawait mengapresiasi kedewasaan para buruh di Jember yang konsisten menjaga situasi tetap kondusif. Ia menekankan bahwa iklim investasi yang sehat hanya dapat tercipta jika seluruh elemen industri berjalan beriringan dengan semangat kebersamaan.

​Berbeda dengan tahun 2025 yang diisi dengan kegiatan jalan sehat, peringatan May Day tahun ini dikemas lebih khidmat melalui agenda makan bersama dan doa lintas sektoral. Perubahan format ini bertujuan untuk mempererat ikatan emosional antar-stakeholder di Jember.

​”Kami ingin mengirimkan pesan damai ke seluruh penjuru. Pertumbuhan ekonomi dan kenaikan pendapatan daerah hanya bisa dicapai jika semua pihak rukun dan guyub. Keseimbangan antara kepentingan investor dan kesejahteraan buruh adalah prioritas kami,” ujar Gus Fawait usai acara.

​Selain menjaga hubungan industrial, Pemkab Jember memastikan keberpihakan kepada kaum buruh melalui berbagai program perlindungan keluarga. Beberapa program unggulan yang terus diperkuat antara lain. Jaminan Kesehatan Melalui skema Universal Health Coverage (UHC). Pemberian beasiswa bagi anak-anak pekerja. Hingga penguatan sektor UMKM.

​Bupati menegaskan bahwa stabilitas keamanan adalah modal utama untuk menarik minat investor menanamkan modal di Jember. Dengan terjaganya kedamaian di lingkungan kerja sejak tahun 2025, Gus Fawait optimis para pengusaha tidak akan ragu untuk terus berekspansi.
​”Kondisi Jember yang luar biasa kondusif ini adalah pertanda baik. Insya Allah, sinergi ini akan menjadi motor penggerak bagi kebangkitan ekonomi Jember,” pungkasnya.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *