Tak melulu soal kesehatan dan pengembangan perekonomian Jember. Bupati Jember Muhammad Fawait juga memberikan perhatian serius terkait dengan isu strategis perlindungan anak, perbaikan data pendidikan, hingga optimalisasi pemanfaatan waktu libur siswa dan kegiatan pembelajaran.

Bupati menyampaikan keprihatinannya terhadap data yang disampaikan oleh Lapas Jember terkait kasus kekerasan seksual terhadap anak. Disebutkan bahwa kasus tersebut menempati urutan ketiga tertinggi.

Oleh karena itu, Gus Fawait meminta dukungan kepala sekolah dalam memperkuat peran sekolah sebagai benteng pencegahan.

Selain itu, Bupati juga menyinggung pentingnya perbaikan data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang menjadi dasar pengajuan bantuan ke kementerian, khususnya dalam hal perbaikan infrastruktur sekolah yang rusak.

Bupati juga menyoroti kebijakan pembelajaran saat siswa libur. Ia menegaskan agar para guru tidak diwajibkan hadir ke sekolah jika murid sedang libur atau menjalani pembelajaran dari rumah.

Bupati menegaskan larangan sementara untuk pelaksanaan studi tour ke luar Kabupaten Jember. Namun ia tetap mendorong agar sekolah tetap mengadakan kegiatan edukatif seperti field trip, namun dengan memanfaatkan potensi wisata dan edukasi lokal yang ada di Kabupaten Jember, langkah ini juga bagian dari cara kita membangkitkan ekonomi lokal.
Dengan kerja dan kepedulian bersama ini diharapkan bisa memberikan rasa aman bagi generasi penerus bangsa serta mampu menekan angka kekerasan kepada anak. (Yif)

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *