Jarak yang jauh, medan yang sulit, serta keterbatasan fisik masih menjadi hambatan bagi sebagian warga di pelosok Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, untuk memperoleh layanan kesehatan. Kondisi ini terutama dialami kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil berisiko tinggi, hingga balita yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala.
Merespons kondisi tersebut, Tim Medis Puskesmas Panti mengintensifkan layanan jemput bola dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga yang tidak mampu datang ke puskesmas. Dalam kunjungan ini, petugas memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, vitamin, hingga edukasi kepada keluarga pasien.
Salah satu warga yang dikunjungi adalah Armada, balita yang mengalami stunting dan tinggal bersama neneknya. Sang nenek yang menderita hipertensi juga mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan karena usia dan keterbatasan fisik.
Tenaga Teknis Farmasi Puskesmas Panti, Ni Nyoman Budiari, mengatakan layanan kunjungan rumah dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang terhambat memperoleh pelayanan kesehatan hanya karena kendala akses.
“Kami melakukan kunjungan rumah kepada masyarakat yang lokasinya jauh dari puskesmas atau yang memang tidak memungkinkan datang berobat. Harapannya tidak ada lagi masyarakat yang sakit tetapi tidak bisa mendapatkan pelayanan. Semua layanan ini gratis, kami mengutamakan pelayanan terlebih dahulu tanpa melihat persoalan administrasi,” ujarnya.
Program jemput boJarak yang jauh, medan yang sulit, serta keterbatasan fisik masih menjadi hambatan bagi sebagian warga di pelosok Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, untuk memperoleh layanan kesehatan. Kondisi ini terutama dialami kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil berisiko tinggi, hingga balita yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala.
Merespons kondisi tersebut, Tim Medis Puskesmas Panti mengintensifkan layanan jemput bola dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga yang tidak mampu datang ke puskesmas. Dalam kunjungan ini, petugas memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, vitamin, hingga edukasi kepada keluarga pasien.
Salah satu warga yang dikunjungi adalah Armada, balita yang mengalami stunting dan tinggal bersama neneknya. Sang nenek yang menderita hipertensi juga mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan karena usia dan keterbatasan fisik.
Tenaga Teknis Farmasi Puskesmas Panti, Ni Nyoman Budiari, mengatakan layanan kunjungan rumah dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang terhambat memperoleh pelayanan kesehatan hanya karena kendala akses.
“Kami melakukan kunjungan rumah kepada masyarakat yang lokasinya jauh dari puskesmas atau yang memang tidak memungkinkan datang berobat. Harapannya tidak ada lagi masyarakat yang sakit tetapi tidak bisa mendapatkan pelayanan. Semua layanan ini gratis, kami mengutamakan pelayanan terlebih dahulu tanpa melihat persoalan administrasi,” ujarnya.
Program jemput bola ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadirkan layanan kesehatan hingga ke wilayah terpencil. Dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga, diharapkan kelompok rentan tetap memperoleh hak atas pelayanan kesehatan yang layak tanpa terkendala jarak maupun kondisi ekonomi.(Gani)la ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadirkan layanan kesehatan hingga ke wilayah terpencil. Dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga, diharapkan kelompok rentan tetap memperoleh hak atas pelayanan kesehatan yang layak tanpa terkendala jarak maupun kondisi ekonomi. (Gani)
