Kebanyakan orang memanfaatkan Jumat pagi untuk bersiap menyambut akhir pekan. Tapi bagi jajaran perangkat Kelurahan Kepatihan, Jember, Jumat (26/6) pagi kemarin justru jadi momen buat berkeringat sehat sekaligus tebar manfaat langsung ke depan pintu rumah warga.
Sambil melakoni agenda rutin jalan sehat, Sekretaris Lurah Kepatihan, Ahmad Rofiq, tampak menyusuri gang di wilayah RW 20, Jalan Trunojoyo Blok 7. Gak dengan tangan kosong, rombongan ini ternyata membawa “oleh-oleh” special, selembar KTP elektronik (KTP-el) yang baru selesai dicetak.
KTP baru tersebut milik seorang pemuda bernama Mochamad Farhan Farrasyah yang sebelumnya sudah rekam data di kelurahan. Berkat kerja sama apik dengan Dispendukcapil Jember, fisik KTP tersebut langsung jadi dalam waktu kilat.
Alih-alih membiarkan pemiliknya datang dan mengantre, para pejabat kelurahan ini memilih untuk “ketuk pintu” rumah warga. Kedatangan rombongan pun langsung disambut hangat oleh Elli Rosida, ibunda Farhan. Senyumnya langsung merekah saat menerima dokumen penting sang anak di ruang tamunya sendiri.
“Beneran gak menyangka bakal diantarkan langsung ke rumah. Layanan seperti ini luar biasa membantu, kami gak perlu repot meluangkan waktu dan ongkos ke kantor kelurahan,” ungkap Elli penuh syukur.
Aksi jemput bola yang memanjakan warga ini bukan gerakan instan biasa. Langkah manis ini merupakan bagian dari implementasi program unggulan “Peta Cinta” yang digagas langsung oleh Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait (Gus Fawait). Lewat program ini, Gus Fawait ingin memotong sekat birokrasi agar negara hadir langsung di tengah rakyat.
Ahmad Rofiq menjelaskan bahwa memanfaatkan momen olahraga “Jumat Sehat” untuk mengantar dokumen adalah cara mereka membumikan visi bupati tersebut.
“Kami ingin mengubah wajah pelayanan publik menjadi lebih kasual, dekat, dan tanpa jarak. Lewat Peta Cinta, kami pastikan hak administrasi warga terpenuhi dengan cara yang paling memudahkan mereka,” terang Ahmad Rofiq.
Kasi PMKS Kepatihan, Muhammad Hatta Fathoni, menegaskan model pelayanan humanis seperti ini akan terus dipertahankan. Ia juga mengimbau bagi warga yang memiliki keterbatasan fisik atau waktu untuk tidak segan melapor ke ketua RT/RW setempat agar dokumen mereka bisa diproses dengan skema serupa.
Birokrasi zaman sekarang memang harus makin fleksibel. Selain badan jadi bugar karena jalan sehat, kedekatan antara pejabat kelurahan dan hati masyarakat pun makin rekat.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *