Senyum bahagia kini merekah dari wajah Ika Nasila, siswi kelas 7 asal Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember. Dulu, anak yatim piatu ini harus bertahan hidup di rumah sederhana berlantai tanah dengan dinding retak. Kalau hujan turun, atap bocor sudah jadi makanan sehari-hari.
Namun, jalan hidup Nasila mendadak berubah manis. Kini, ia resmi melangkah mantap menjadi siswi berasrama di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi Jember.
Tdak perlu pusing lagi mikirin biaya, seluruh kebutuhan hidup dan pendidikannya dari SD, SMP, sampai SMA ditanggung 100% penuh oleh negara. Mulai dari makan bergizi tiga kali sehari, seragam, buku, hingga fasilitas harian, semuanya gratis.
Rasa haru tak bisa disembunyikan oleh Heri, Ketua RW 05 Desa Mojosari, saat meninjau kondisi rumah lama Nasila bersama tim pendamping sosial pada Rabu (12/8).
“Melihat Nasila bisa tersenyum lagi dan semangat belajar dengan mata berbinar itu sungguh mengharukan. Sekolah Rakyat ini beneran hadir menyelamatkan masa depan anak-anak rentan,” tutur Heri.
Meski Nasila sudah aman dan nyaman tinggal di asrama sekolah, Heri tetap menaruh harapan besar agar gubuk tua peninggalan orang tua Nasila di desa bisa mendapat bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemkab Jember.
“Harapannya Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Gus Fawait bisa bantu bedah rumahnya. Jadi kalau Nasila libur sekolah dan mau pulang ke desa, tempat tinggalnya sudah aman dan layak,” tambah Heri.
Mewakili Camat Puger Beny Armindo Ginting, Kasi PMKS Kecamatan Puger, Handy Rudiarto, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah komitmen nyata pemerintah daerah dalam merangkul anak-anak dari kelompok paling rentan.
“Anak-anak yang kehilangan orang tua dan tidak punya tempat tinggal layak tidak boleh kehilangan mimpi. Pendidikan adalah kunci utama buat memutus rantai kemiskinan,” tegas Handy.
Kisah Nasila membuktikan bahwa keterbatasan masa lalu bukan alasan buat menyerah. Berbekal fasilitas dan kesempatan emas yang kini digenggamnya, Nasila bertekad fokus mengejar cita-citanya tanpa perlu minder lagi.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *