Tangis haru pecah di sebuah rumah sederhana di Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari, Jember, pada Selasa (4/8). Mbah Sale (62), ansia yang sempat hilang dan mengembara hingga luar kota, akhirnya kembali ke pelukan keluarga tercintanya.
Kisah kembalinya Mbah Sale ini bagai perjalanan panjang yang melibatkan kepedulian warga hingga kecanggihan teknologi petugas lintas daerah.
Kisah ini bermula ketika Mbah Sale ditemukan sedang tertidur lelap di pelataran toko kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kota Probolinggo. Khawatir terjadi apa-apa, pemilik toko yang peduli langsung mengontak call center emergency 112.
Satpol PP Probolinggo yang datang ke lokasi segera mengevakuasi Mbah Sale ke shelter Dinas Sosial setempat. Awalnya, Mbah Sale cukup sulit diajak berkomunikasi untuk ditanya alamat rumahnya.
Namun, berkat kesigapan tim UPTD Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Dinsos Jember, teka-teki asal-usul sang kakek berhasil terbongkar lewat teknologi!
“Petugas melakukan pemeriksaan biometri (pindai sidik jari/mata). Dari sana langsung terdeteksi kalau Mbah Sale ini ternyata warga resmi Desa Curah Kalong, Bangsalsari, Jember,” terang Petugas Liposos Jember, Sulis.
Berbekal data kependudukan yang valid, tim Liposos Jember Sulis, Agus Swandono, dan M. Solikin langsung tancap gas. Mereka berkoordinasi dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan perangkat desa untuk memastikan keluarga siap menyambut Mbah Sale.
Proses serah terima Mbah Sale kepada pihak keluarga pun berjalan sangat hangat. Kepala UPTD Liposos Jember, Roni Efendi, berharap kepulangan ini bikin kondisi fisik dan emosional Mbah Sale makin stabil.
“Kami berharap kehadiran Mbah Sale kembali di tengah keluarga membawa kebahagiaan dan kesehatan beliau bisa lebih terjaga ke depannya,” tutur Roni.
Rasa syukur tak terhingga diucapkan oleh Rahma Afis, putri Mbah Sale. Ia tak berhenti mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah merawat dan mengantarkan ayahnya pulang dengan selamat.
“Terima kasih banyak sudah bantu kepulangan bapak. Ke depan, kami bakal menjaga bapak lebih ketat lagi biar gak pergi sendirian tanpa pamit,” ungkap Rahma lega.
Peristiwa yang dialami Mbah Sale jadi pengingat buat kita semua untuk memberikan perhatian dan pengawasan ekstra bagi anggota keluarga yang sudah lanjut usia. Jempol juga buat integrasi sistem biometri dan kepedulian warga yang bikin Mbah Sale bisa berkumpul lagi dengan keluarganya.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *