Siapa sangka, sedotan plastik bekas dan tumpukan kertas HVS yang biasanya berakhir di tempat sampah bisa melanglang buana sampai ke Jepang? Di tangan kreatif ibu-ibu yang tergabung dalam Bank Sampah Unit (BSU) Griya Resik, Kecamatan Sumbersari, Jember, keajaiban itu beneran terjadi.
Mereka sukses menyulap limbah plastik menjadi tas jinjing modis dan pernak-pernik rumah tangga estetik bernilai ekonomi tinggi. Namun, rahasia di balik produk keren ini ternyata sangat sederhana, disiplin memilah sampah langsung dari dapur rumah!
Ketua BSU Griya Resik, Ely Yuliastutik, membeberkan bahwa kunci sukses mengolah limbah ada pada hulu, yaitu kedisiplinan 75 nasabah aktifnya dalam memilah sampah mandiri sebelum disetor.
Biar gak bingung, Ely membagikan siasat praktis yang bisa dicoba di rumah, yaitu dengan menyiapkan lima wadah sampah khusus berdasarkan kategorinya. Sampah Organik diolah menjadi kompos, eco enzyme, hingga Pupuk Organik Cair (POC). Sampah Anorganik, dipilah lagi untuk didaur ulang (upcycle) menjadi barang siap pakai yang laku dijual.
“Sampah yang masuk kami pilah ketat. Yang anorganik kami sulap jadi barang siap pakai bernilai jual tinggi,” jelas Ely, Senin (25/5).
Aksi nyata penyelamatan lingkungan berbasis keluarga ini mendapat acungan jempol dan dukungan penuh dari Ketua TP PKK Kecamatan Sumbersari, Dwiyanti Kurnianingsih. Menurut Dwiyanti, keberadaan bank sampah ini memberikan dampak ganda yang luar biasa bagi warga sekitar. Sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir jadi jauh berkurang. Ibu-ibu rumah tangga dapat penghasilan tambahan dari sampah yang ditabung dan hasil kerajinan yang dijual.
Di bank sampah ini, para emak-emak gak cuma datang untuk menimbang sampah kering, tapi juga menjadikannya tempat berkumpul untuk mengasah keterampilan seni.
