Rona haru tak bisa disembunyikan dari wajah Sumiyati, warga RT 02 RW 16 Kelurahan Jemberlor, Patrang, Jember. Matanya berkaca-kaca melihat puluhan tetangganya sibuk lalu-lalang di sekitar rumahnya pada Minggu (24/5) pagi.
Beberapa hari lalu, sebagian rumah Sumiyati ambrol akibat lapuk dimakan usia dan hantaman cuaca ekstrem. Namun hari itu, puing-puing kesedihan tersebut langsung disingkirkan oleh kehangatan tradisi lama yang masih kental, yakni gotong royong.
Sejak pagi buta, sekitar 40 warga dari RT 01, RT 02, dan RT 03 sudah berkumpul di lokasi. Tanpa perlu dikomando secara kaku, mereka langsung membagi tugas dengan cekatan. Ada yang sibuk mengaduk semen, mengangkut pasir, menyusun batako, hingga membenahi struktur atap yang rapuh.
Aksi solidaritas ini murni bergerak atas dasar kepedulian swadaya. Semen, pasir, dan batako didapat dari donasi sukarela dompet warga sekitar, ditambah bantuan darurat pihak kelurahan. Urusan tukang dan tenaga kasar semuanya disumbangkan secara cuma-cuma oleh tetangga sekitar.
“Saya benar-benar tidak menyangka kalau bantuan yang datang akan sebanyak ini. Terima kasih tak terhingga untuk semua tetangga dan Pak Lurah,” tutur Sumiyati lirih.
Di tengah riuhnya aktivitas warga, tampak Lurah Jemberlor, Zaim Ilmi, ikut membaur dan “berkeringat” bersama jajarannya. Bagi Zaim, kehadiran pihak kelurahan bukan sekadar formalitas birokrasi, tapi panggilan moral.
“Gotong royong ini warisan leluhur yang tidak boleh pudar. Begitu mendengar ada rumah warga ambrol, lingkungan harus bergerak cepat. Kami gerakkan warga dari tiga RT terdekat karena merekalah tetangga yang paling paham kondisi di sini,” ungkap Zaim.
Aksi sosial ini dipastikan gak bakal berhenti di sini saja. Kasi PMKS Jemberlor, Sunartini, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi warga rentan lainnya yang butuh uluran tangan serupa.
Ke depan, pihak kelurahan berencana membawa kasus rumah Sumiyati ke tingkat kabupaten untuk dikoordinasikan dengan dinas terkait, agar bisa diusulkan dalam program formal Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
