Medan sulit dan jalanan bergelombang di pelosok kawasan Jelbuk tak melunturkan semangat para tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Jelbuk, Jember. Pada Senin (13/7), mereka rela menembus rute menanjak demi menjangkau rumah seorang ibu hamil berisiko tinggi (risti) yang memiliki keterbatasan fisik dan akses menuju fasilitas kesehatan.
Bagi calon ibu tersebut, ketukan pintu dari para nakes bukan sekadar kunjungan medis biasa, melainkan tumpuan harapan besar agar sang buah hati kelak bisa lahir dengan selamat.
Kondisi geografis yang menantang memang kerap jadi benteng penghalang bagi warga pelosok untuk berobat. Tak mau berpangku tangan, tim Puskesmas Jelbuk memilih mengambil inisiatif jemput bola lewat program kunjungan rumah (home visit).
Di dalam rumah sederhana pasien, deretan pemeriksaan medis menyeluruh langsung digelar secara intensif. Mulai dai pemeriksaan fisik, tekanan darah dan pemantauan kondisi umum sang ibu. Kondisi janin evaluasi perkembangan calon bayi dalam kandungan. Serta edukasi dan konseling pendampingan psikologis, asupan gizi, hingga pengenalan tanda bahaya kehamilan.
“Langkah jemput bola ini kami tempuh agar ibu hamil yang terkendala akses tetap memperoleh hak pelayanan medis secara rutin. Medan yang sulit memang tantangan, tapi pemantauan berkala ini krusial buat ibu hamil risiko tinggi,” ungkap Petugas Promkes Puskesmas Jelbuk, Warda Arumsari, S.K.M., M.Kes.
Tak hanya fokus pada pasien, tim nakes juga merangkul anggota keluarga yang tinggal seatap. Keluarga diajak untuk jadi mitra aktif yang sigap menjaga asupan nutrisi harian, mengawasi jadwal minum vitamin, hingga paham kapan harus kontak petugas saat ada kondisi darurat.
Sinergi apik antara nakes, kader kesehatan desa, dan keluarga ini membuktikan bahwa keterbatasan medan bukan alasan untuk menyerah. Lewat kepedulian yang mengetuk langsung pintu rumah warga, tak ada lagi calon ibu dan bayi yang merasa sendirian di pelosok desa.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *