Suasana Kantor Pos Balung mendadak ramai tapi tertib pada Sabtu (28/3) pagi. Bukan tanpa alasan, hari ini warga dari lima desa, mulai dari Gumelar hingga Jogaran, berkumpul untuk mencairkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).
Ada pemandangan yang sedikit berbeda kali ini. Di antara antrean, tampak banyak lansia dan penyandang disabilitas yang menjadi prioritas. Pemerintah Jember melalui para pendamping sosial tampak sigap membantu verifikasi agar warga tidak perlu menunggu lama.
Bagi para penerima, bantuan ini bukan cuma soal nominal uang, tapi soal keberlangsungan hidup dan mimpi-mimpi kecil yang tertunda.
Sebut saja Dewi, warga Desa Gumelar. Alih-alih hanya untuk konsumsi harian, Dewi punya rencana besar untuk uang bantuan tersebut.
“Terima kasih Gus Bupati Jember. Uang ini mau saya pakai modal awal buka usaha kecil-kecilan. Kebetulan sebelumnya juga sudah dapat bantuan tambahan, jadi makin mantap buat mulai,” ujarnya penuh semangat.
Pemerintah memang tengah memperluas jangkauan PKH agar lebih inklusif. Hal ini dirasakan langsung oleh Ibu Wasilah yang anaknya merupakan penyandang disabilitas, ia tak kuasa membendung rasa haru.
“Saya sangat berterima kasih. Anak saya butuh perhatian lebih dan bantuan ini sangat berarti untuk kebutuhan khususnya,” ungkap Wasilah dengan mata berkaca-kaca.
Keberhasilan penyaluran ini tak lepas dari kerja sama apik antara Pemerintah Kecamatan & Desa guna memastikan data akurat. Pendamping Sosial yang mengarahkan warga dan memandu proses administrasi.
