Senyum sumringah tak bisa disembunyikan dari wajah Siti Maimunah, warga Dusun Krajan Kidul, Desa Yosorati, Jember. Pada Rabu (5/8), ia pulang membawa paket sembako lengkap berisi beras, mi instan, kecap, hingga minyak goreng. Bagi Siti, bantuan ini benar-inflammatory penyelamat dapur keluarganya di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.
Siti adalah satu dari puluhan warga yang merasakan langsung terobosan manis dari perluasan manfaat Program Homecare Pemkab Jember.
Melalui Dinas Sosial PPPA Jember, sedikitnya 60 paket sembako digelontorkan khusus untuk warga yang tinggal di sekitar lingkungan penerima layanan kesehatan jemput bola tersebut.
Langkah tak biasa ini berangkat dari arahan langsung Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait). Pemerintah daerah ingin kehadiran program pemerintah tak cuma menyentuh pasien, tapi juga mampu menghidupkan kembali kehangatan hubungan bertetangga dan semangat gotong royong di desa.
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos PPPA Jember, Mohammad Irfan Pratama, menegaskan bahwa skema ini dirancang agar kebaikan sosial dirasakan secara merata.
“Kami ingin warga di sekeliling sasaran Homecare juga merasakan manfaatnya. Jadi ketika satu warga dibantu kesehatannya, tetangga sekitar juga ikut tersenyum,” terang Irfan.
Biar tidak ada drama salah sasaran atau pemicu iri antar tetangga, proses pendataannya dibuat sangat transparan dan berjenjang bersama pihak desa. Warga mengumpulkan salinan Kartu Keluarga (KK) via perangkat desa. Selanjutnya Petugas menyaring data berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi (desil). Dan Paket sembako baru diserahkan setelah data dinyatakan valid.
Pendekatan inklusif ini membuktikan bahwa program sosial di Jember makin peka dengan dinamika tetangga di lapangan. Sambil memastikan pasien berobat gratis di rumah, dapur tetangga sekitarnya pun ikut aman dan mengebul!

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *